Launching Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia

Post on 05 June 2017
by Super User
in News

Negara Indonesia boleh dikatakan sebagai swalayan bencana alam karena banyak dan jenisnya. Potensi bencana alam di Indonesia diantaranya tanah longsor, tanah amblas, banjir, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi dan lain sebagainya. Di sekitar tempat tinggal kita penuh dengan bencana hanya saja manusia tidak atau kurang memperhatikannya sehingga bila bila terjadi bencana baru kita menyadarinya dan terperangah oleh keadaan sekitar kita tinggal.

Berkaitan dengan bencana alam, maka risiko bencana dipengaruhi oleh level ancaman luar (hazards), tingkat kerentanan internal (vulnerability) dan upaya untuk mengurangi dampak ancaman luar (Capacity). Tingkat kerentanan internal dapat meliputi kerentanan fisik (fisik orang, lingkungan, demografi, semua bangunan buatan manusia) dan kerentanan non fisik seperti ekonomi, sosial ataupun budaya. Usaha untuk mengurang dampak risiko bencana telah dilakukan sebagai Manajemen Bencana dan Asesmen Risiko Bencana.

Bidang teknik khususnya Teknik Sipil mempunyai peran yang besar didalam mitigasi /mengurangi risiko bencana khususnya yang berhubungan dengan fisik, infra struktur untuk mendukung tersedianya energi, pangan, air bersih, udara bersih, pengolah limbah dan sejenisnya. Untuk itu diperlukan metode denagn teknik yang lebih baik, lebih canggih’ lebih cepat, lebih efisien, lebih berdaya guna baik pada tahapan analisis, disain, pelaksanaan, evaluasi maupun tindak lanjut yang salah satunya melalui pendidikan strata tertinggi yaitu Program Dokor.

Jumlah doktor tiap 1-juta penduduk Indonesia baru mencapai 143 orang sementara di Malaysia sudah mencapai 609 orang, India, German, Perancis, Jepang dan USA berturut-turut telah mencapai 1410 orang, 3990 orang, 5136 orang. 6438 orang dan 9850 orang atau 10-kali, 28-kali, 36-kali, 45-kali dan 69 kali. Berdasar pada data tersebut maka sudah seharusnya semua fihak berpartisipasi untuk mengejar ketinggalan termasuk Jurusan/Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, UII Yogyakarta.

Saat ini Jurusan Teknik Sipil memiliki 3-orang Professor dan 14 Doktor Teknik Sipil baik lulusan Luar Negeri maupun dalam negeri. Usulan Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) FTSP UII telah diajukan dan setelah melalui proses Visitasi maka akhirnya PDTS FTSP UII telah mendapatkan persetujuan dari Menristekdikti melalui SK No: 126/KPT/I/2017, Tanggal 7 Februari 2017, yang pembukaan PDTS secara resmi dilakukan Tnaggal 23 Mei 2017.

Sesuai dengan pembukaan program tersebut, maka semua perangkat yang diperlukan telah disiapkan secara baik. Saat ini pendaftaran Calon mahasiswa PDTS FTSP UII masih berlangsung. Setelah melalui proses seleksi dan sebagainya, PDTS ini Insya Allah akan dimulai melalui Kuliah Perdana pada awal September 2017. Profil Lulusan program PDTS FTSP UII disesuiakan dengan Level-9 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang is selengkapnya adalah adalah :

Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam manajemen risiko dan dampak bencana pada infra struktur dan atau sistim keteknik sipilan yang unggul, inovatif, integratif, inter dan multidisipliner untuk mendukung penyelesaian problem/masalah global mendatang”

Pengunjung

006945
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
108
127
513
5892
2489
3570
6945

Your IP: 54.162.218.214
2017-09-22 19:05