Sejarah Program Doktor Teknik Sipil ( PDTS)

PENDAHULUAN

Sejarah perjalanan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa kontribusi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sebagai mitra Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sangat besar dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas. Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang telah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan tinggi sejak tahun 1945 dengan kondisi dan potensi yang dimiliki merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam menjawab tantangan global dan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
    

Program Doktor Teknik Sipil (PDTS) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII didirikan untuk menjawab tantangan global di atas. Era globalisasi memungkinkan tenaga asing ikut berkompetisi dalam dunia kerja di Indonesia, sehingga penyediaan SDM milik bangsa yang mumpuni adalah suatu keharusan. Situasi ini membuka peluang yang besar bagi dunia pendidikan untuk ikut aktif memberi kesempatan pada dunia kerja (eksekutif dan profesional) untuk menyiapkan diri bersaing ketat dengan mereka.
    

Appropriate technology dan efisiensi dalam pembangunan fisik sebagai sarana dan prasarana dalam pembangunan ekonomi di Indonesia memerlukan tenaga teknik yang berkualitas. Di samping itu, PDTS FTSP UII juga merespon meningkatnya tuntutan masyarakat akan kebutuhan tenaga-tenaga akademik dan profesional yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi bergelar Doktor (S3) dalam bidang Teknik Sipil yang jumlahnya masih sangat terbatas.
    

PDTS FTSP UII dibuka secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti) Republik Indonesia Nomor: 126/KPT/I/2017 – tanggal 7 Februari 2017.

PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL (PDTS)

Pendirian PDTS FTSP UII sangat relevan dengan rumusan American Society of Civil Engineers (ASCE) dalam The Vision for Civil Engineering in 2025 bahwa trend lulusan pendidikan teknik sipil pada masa yang akan datang adalah sebagai berikut:

  1. Planner, Designer, Constructor, and Operators of society's economic and social engine-the bulit environment;
  2. Stewards of the natural environment and its resources;
  3. Innovators and integrators of ideas and technology across the public, private, and academic sectors;
  4. Managers of risk and uncertainty caused by natural events,  accidents, and other threats;
  5. Leaders in discussions and decisions shaping public environmental and infratructure policy

 

 

Pengunjung

006904
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
67
127
472
5892
2448
3570
6904

Your IP: 54.162.218.214
2017-09-22 19:02